Bab Satu menceritakan sekilas tentang isi buku Do Hard Things. Remaja jaman sekarang jarang ada yang suka membaca buku, karena mereka tidak diharuskan peduli membaca buku.
Buku ini adalah buku tantangan bagi kita.
Pembuat buku ini adalah sepasang kembar yang berumur 19 tahun. Mereka memiliki beberapa pengalaman yang luarbiasa. Salah satunya menjadi pembuat blog remaja Kristen terpopuler.
Buku ini mengajak kita untuk meng-eksplor beberapa hal dari pertanyaan-pertanyaan ini,
- Apakah benar meskipun remaja sekarang memiliki kebebasan yang lebih dari generasi lainnya, sebenarnya kehilangan beberapa tahun kehidupan terbaik?
- Benarkah bahwa apa yang dikatakan tentang tujuan dan potensi tahun-tahun remaja itu bohong dan kitalah korbannya?
- Benarkah tahun-tahun remaja memberikan kita kesempatan sekali seumur hidup untuk suatu tugas yang besar – sebagai individu dan sebagai satu generasi?
- Seperti apa hidup kita terlihat jika kita mengambil langkah lain – jalan yang penuh susah-payah dengan hasil yang lebih baik?
Bisa kita sebut jalan atau langkah lain tersebut, “Do Hard Things” (Lakukan hal yang sulit).
Hal yang sulit bukan berarti hidup susah, tanpa makanan, tanpa minuman, tetapi maksudnya dengan bekerja dengan keras, maka Tuhan akan mengasihimu.
1 komentar:
Kutipan alinea terakhir: "dengan bekerja dengan keras, maka Tuhan akan mengasihimu."
Apa maksudnya: kalau kita bekerja keras, baru Tuhan mengasihi kita? Kasih Tuhan kepada kita bersyarat? Gimana kalau kita bekerja keras? Tuhan tidak mengasihi lagi?
Post a Comment